Fakta-Fakta Seputar Ibu Menyusui, Antara Lain :
Ketika menyusui Hormon Oxytocin dihasilkan lebih banyak karena sebagai ibu kita merasa perlu siaga 24/7. Jadi saat ibu memikirkan tentang anaknya baik saat menyebutkan namanya, berbicara tentangnya, sehingga saat mendengar suara tangisnya maka hormon itu akan bekerja. Hal ini membuat ASI yang dihasilkan terkadang sulit dikontrol dan acapkali merembes hingga ke pakaian ibu. Tentu hal ini sangat mengganggu karena basah ASI tersebut membuat cetakan yang jelas dibagian dada baju ibu. Tapi tenang Bu, gunakan saja silicone pad atau nursing pad sebagai alas untuk membantu menyerap "bocor"nya ASI tersebut.
ASI Berbeda Dengan Susu Sapi
Jangan bayangkan ASI yang anda hasilkan memiliki warna dan tekstur yang konstan seperti halnya susu sapi. Karena ASI bergantung pada apa yang ibu konsumsi, warna dan teksturnya pun kerap berubah. Pada awalnya, ibu akan menghasilkan ASI yang lengket, berwarna putih kekuning-kuningan, yang kaya protein. Lalu pada hari berikutnya ASI yang dihasilkan terbagi menjadi dua jenis yang bisa dipisahkan penempatannya di kulkas. Yakni yang keluar lebih dulu biasanya lebih berair, tipis, dan berwarna putih pucat kebiruan. Sedangkan ASI yang keluar belakangan lebih berlemak, tebal dan creamy sehingga lebih kental dan padat.
Kejang Perut
Hormon oxytocin yang berguna untuk mendorong ASI keluar lebih banyak, menyebabkan rahim ibu berusaha untuk kembali ke bentuk normalnya seperti saat belum hamil untuk mencegah pendarahan rahim. Meskipun timbul ketidaknyamanan akibat kejang perut ini, tapi itu tanda bahwa ibu sedang dalam masa pemulihan dan ini berarti kabar baik. Rasa kejang ini akan seperti kejang perut saat menstruasi yang dialami sebagian besar perempuan.
Salah Satu Lebih Produktif
Mungkin dalam suatu keadaan ibu akan merasa payudara yang satu menghasilkan lebih banyak ASI dibanding dengan yang satunya. Hal ini merupakan keadaan yang wajar. Dan jika menghasilkan lebih banyak ASI maka ini akan menyebabkan ukurannya yang lebih besar dibanding dengan yang satunya. Selain itu ini juga mungkin disebabkan oleh ibu, karena memberikan "porsi kerja" yang lebih sering pada salah satu payudara sehingga itu lebih terbiasa menghasilkan dibanding yang lainnya. Namun, jika porsi produksi yang diberikan sudah sama tetapi tetap ditemukan perbedaan, maka tidak ada yang menjadi masalah bu. Hal ini wajar.
Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan
ASI mengandung lemak dan kalori makanan yang tinggi, jika itu dikonsumsi oleh si kecil maka kalori dan lemak ibu ditransfer kepada si kecil. Hal ini menyebabkan berat badan ibu menyusut. Namun sayangnya ini tidak berlaku pada semua ibu. Menurut penelitian, hanya 60% ibu yang mengalami penurunan berat badan saat menyusui sedangkan 40% nya tidak. Tapi yang pasti menyusui dan mengurus sendiri si bayi membutuhkan tenaga yang besar dari ibu yang mana hal ini akan sangat membantu menurunkan berat badan ibu kembali seperti dulu sebelum hamil.

0 Response to "6 Fakta Seputar Ibu Menyusui Yang Perlu Diketahui"
Posting Komentar